Teras Cimanuk, Bekas Asrama TNI yang Jadi Saksi Banjir Bandang 2016

oleh -198 Dilihat
oleh
Kabar Garut,-Banjir bandang Sungai Cimanuk pada 20 September 2016, masih menjadi bencana dengan skala terbesar di Kabupaten Garut hingga saat ini. Empat tahun berlalu, lokasi terdampak banjir bandang Sungai Cimanuk mulai berubah wajah.
Salah satunya adalah lokasi yang dulunya merupakan asrama TNI di Jalan Pembangunan Tarogong Kidul. Masyarakat mengenalnya dengan asrama lapang Faris. Tak seperti dulu lagi, bangunan asrama TNI benar-benar lenyap. Gantinya didirikan tugu peringatan banjir bandang Cimanuk.
“Alhamdulillah, dengan adanya taman dan tempat bermain, dari mulai anak-anak hingga jompo dari panti Jompo di sebelah bisa menikmati tempat ini. Setiap hari kalau pagi berjemur di sini,” jelas Fenti Novianti, pengelola Teras Cimanuk saat menerima kunjungan istri Pangdam III Siliwangi, Evi Agus Subianto, Rabu (26/01/2022) siang. Menurut Fenti, pasca banjir bandang, kawasan ini memang sempat terbengkalai.
Barulah pada 2018, Pemkab Garut membangun tugu peringatan banjir bandang Cimanuk yang diikuti pembangunan taman yang selesai tahun 2020. Namun, warga baru bisa menikmati Teras Cimanuk dua bulan terakhir. “Karena Covid-19, baru dua bulan tempat ini dibuka, tapi masih masa percobaan,” jelasnya kepada istri dari Pangdam III Siliwangi. Fenti menuturkan, semasa masih menjadi asrama, ada 28 kepala keluarga TNI aktif yang tinggal di asrama tersebut.

Bekas asrama TNI ini menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah, dengan banyak korban meninggal dunia dan hilang. Fenti berharap, wajah baru lokasi bekas bencana banjir bandang Sungai Cimanuk yang dinamai Teras Cimanuk ini, bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk berbagai aktivitas dan juga wisata kuliner. Sekaligus, mengenang salah satu bencana terbesar di Kabupaten Garut.
Sementara itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Dam III SIliwangi yang juga istri dari Pangdam III Siliwangi Evi Agus Subianto mengungkapkan, tugu peringatan banjir bandang Sungai Cimanuk yang dibangun di bekas asrama TNI ini diharapkan bisa menjadi pengingat bagi masyarakat Garut agar lebih mencintai lingkungan sehingga bencana serupa tidak terulang.
Evi mengaku, senang melihat wajah baru dari bekas asrama tersebut karena bisa menjadi ruang terbuka bagi masyarakat banyak dan juga ruang bagi pengembangan ekonomi lewat sentra kuliner yang dibangun. “Saya berharap ini menjadi tempat yang berguna dan dikelola dengan baik, harapan saya ini jadi tempat favorit warga Garut,” kata Evi yang lahir dan tumbuh besar di Kota Garut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Teras Cimanuk, Bekas Asrama TNI yang Jadi Saksi Banjir Bandang 2016”

No More Posts Available.

No more pages to load.