Tuntutan Hukuman Mati Herry Wirawan Diharapkan Timbulkan Efek Jera

oleh -199 Dilihat
oleh
Kabar Garut,-Tuntutan hukuman mati dari jaksa terhadap Herry Wirawan, pelaku pemerkosa 13 santriwati, diharapkan bisa memberikan efek jera. Ketegasan penegak hukum diharapkan bisa menekan angka kekerasan seksual pada anak.
Hal ini disampaikan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Diah Kurniasari Gunawan. “Semoga ini bisa menimbulkan efek jera yang kuat, sehingga kasus kekerasan seksual pada anak menurun,” ujar Diah saat dihubungi, Selasa (11/1/2022).

Menurut Diah, hukuman berat harus diberikan kepada para pelaku kekerasan seksual pada anak, termasuk hingga hukuman mati. Sebab, pelaku telah merusak masa depan anak yang menjadi korban. Diah menuturkan, dari pengalamannya di P2TP2A, perlu upaya besar merehabilitasi anak-anak korban kekerasan seksual. Padahal, anak-anak adalah generasi penerus bangsa. “Dampaknya bisa sampai merusak masa depan bangsa ini. Makanya sanksinya juga harus berat,” kata dia.

Diah menyampaikan, upaya rehabilitasi anak-anak korban kekerasan seksual harus berkelanjutan. Para korban harus didampingi hingga benar-benar bisa membangun hidupnya kembali. Bahkan, bisa sampai mereka dewasa. “Pendampingannya bisa sampai mereka dewasa, berumah tangga, membangun kehidupan baru, jangan sampai traumanya merusak hidup mereka kelak,” kata Diah.

Selama lima tahun menjadi Ketua P2TP2A, Diah banyak bersentuhan dengan anak-anak korban kekerasan seksual. Selama itu, Diah mengaku perasaannya sangat bercampur aduk. “Sedih, marah, prihatin, kecewa, tapi bisa bercampur rasa bahagia saat melihat mereka bisa membangun kehidupan kembali, rasa percaya dirinya kembali, bisa berkarya di masyarakat,” kata Diah.

Melihat besarnya daya dan upaya yang harus dilakukan dalam upaya merehabilitasi anak-anak korban kekerasan seksual karena dampaknya yang besar bagi anak, menurut Diah, pantas apabila hukuman berat diberikan kepada para pelaku kekerasan seksual pada anak.
Diah mengatakan, upaya-upaya pencegahan harus dilakukan secara masif. Salah satunya dengan cara membangun ketahanan keluarga. Sebab, banyak kasus kekerasan seksual pada anak berawal dari keluarga. “Ketahanan keluarga bentengnya.

Kalau keluarga menjadi tempat yang nyaman buat tumbuh kembang anak, kasus-kasus ini bisa dihindari,” kata dia. Diah juga melihat besarnya peran orangtua dalam membangun ketahanan keluarga. “Nikah yang jadi pintu gerbang membangun rumah tangga harus jadi pintunya. Sebelum nikah, ikuti dulu kursus atau penyuluhan, biar tidak kaget saat berumah tangga,” kata Diah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tuntutan Hukuman Mati Herry Wirawan Diharapkan Timbulkan Efek Jera”,

No More Posts Available.

No more pages to load.